“Bau sekali sampah-sampah di garasi ini.” ucap Mama yang baru pulang dari warung.

“Rasya, bisa tolong bantu Mama buang sampah ini ke TPS? Sepertinya tukang sampah kita minggu ini tidak datang. Bau sekali sampahnya.” pinta Mama.

“Aku ngantuk Ma ….” jawab Rasya malas.

“Kan bisa cuci muka dulu. Ayolah Rasya, buang rasa ngantukmu.” paksa Mama

“Baiklah … Tapi nanti aku boleh tidur ya?” akhirnya Rasya mau juga.

 

Dengan lunglai Rasya berjalan ke arah sepedanya dan mengangkut sampah-sampah yang sudah dikemas Mama.

“Rasya jalan dulu Ma.” pamit Rasya sambil merapatkan maskernya.

“Hati-hati ya, jangan bicara dengan orang tak dikenal.” pesan Mama.

“Siap!” jawab Rasya sambil menutup pagar.

 

Sepulang dari membuang sampah Rasya langsung memarkir sepedanya dan mandi. Sesudah Mandi, dia mengurungkan niatnya untuk tidur.

“Tidak jadi tidur?” tanya Mama.

“Rasya sudah tidak ngantuk lagi.” jawab Rasya singkat.

“Ma, pekan besok aku harus membawa tanaman untuk program penghijauan sekolah. Tapi, pohon apa ya yang pas dan murah?” tanya Rasya.

“Hmm, banyak jenis pohon yang murah. Tapi mau beli dimana? Nanti kamu coba tanya Papa, mungkin Papa tahu.” saran Mama.

“Baik Ma, terima kasih sarannya.” ujar Rasya.

 

Hari semakin sore. Rasya yang ketiduran di kasur empuk miliknya terbangun oleh suara ayam milik tetangga.

“Aneh, biasanya kan ayam berkokok di pagi hari. Kenapa sore-sore juga berkokok?” celetuk Rasya dengan suara pelan.

“Rasya, sudah sholat Asar?” tanya Mama dari luar kamar.

Rasya melihat jam dinding warna hijau muda kesukaannya seraya berkata. “Aku baru bangun tidur Ma, Rasya sholat dulu ya. Hehe ….”

Jam sudah menunjukkan pukul 15.30, dia bergegas mengambil wudu untuk sholat asar. Sambil menunggu azan maghrib, Rasya membantu Mama membersihkan rumah. Mama dan Papa memang sudah mengajarkan Rasya tentang menjaga kebersihan. Tak heran kalau sekarang dia sudah bisa menyapu. Bahkan piring pun kadang dia cuci.

 

“Mama, kenapa kita harus menjaga kebersihan?” tanya Rasya setelah makan malam.

Hari ini Papa izin pulang malam karena lembur. Jadi tidak bisa makan bersama.

“Kan kebersihan itu sebagian dari iman. Allah juga menyukai kebersihan dan keindahan loh. Mama kan suka ingatkan Rasya untuk membersihkan diri sebelum tidur. Banyak juga loh manfaat dari kebersihan.” jelas Mama panjang lebar.

“Oo, jadi kita harus menjaga kebersihan?” tanya Rasya lagi.

“Betul itu.” jawab Mama sambil mengelus rambut anaknya.

“Ya sudah, Rasya bobo gih. Sudah malam.” ucap Mama.

“Siap Mama ….” jawab Rasya sambil beranjak pergi meninggalkan ruang makan.

 

Rasya saat ini duduk di kelas 4 SD. Dia anaknya lebih suka mencari tahu daripada bertanya. Kata Mama dia begitu sejak masih kecil. Mungkin karena terbiasa jadinya seperti itu. Awalnya dia sangat malas untuk membersihkan lingkungan sekitar. Tapi, dia sempat terkena penyakit DBD. Sejak saat itu dia sadar kalau nyamuk itu datang karena dia malas menjaga kebersihan. Dia sekarang berubah total, yang tadinya malas sekarang jadi sangat suka menjaga kebersihan.

 

Paginya, Rasya membantu Mama dan Papa membersihkan halaman rumahnya. Mereka juga menanam beberapa pohon untuk menghijaukan halaman rumah. Selesai menanam pohon, Rasya mandi lalu sarapan. Setelah itu dia meminta Papa untuk dibelikan tanaman untuk acara di sekolahnya. Dia pun berangkat bersama Papa dan Mama ke toko tanaman. Teman-teman, yuk jaga kebersihan lingkungan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Anbita | Hak cipta dilindungi hukum