Pada hari Kamis, aku ditanya oleh Ayah,

“Kak, mau ikut fun bike ngga hari Ahad? Pak RT kemarin nawarin Ayah.” tanya Ayah padaku.

“Fun Bike-nya satu RT, Yah?” Aku balik bertanya.

“Satu RW, Ayah udah daftar. Kakak mau ikut ngga?” Jawab Ayah.

“Gak tau deh, hehe…” Jawabku sambil nyengir.

Percakapan malam itu berakhir. Aku masih memikirkan jawabannya, mau ikut atau tidak.

 

Pada hari Sabtu pagi, aku melihat ada 4 tumpuk baju warna kuning. Saat kulihat, ternyata itu baju untuk Fun Bike besok. Aku langsung bertanya ke Adikku,

“Kok bajunya banyak banget, kamu ikut besok?” Tanyaku.

“Iya, semalam Ayah ambil di kantor RW,” jawabnya.

“Ini buat siapa aja?” Tanyaku lagi

“Ayah, Bunda, Adek, sama kamu.” Jawab Adikku.

Berarti sudah jelas aku besok ikut gowes bersama keluargaku. Aku langsung mencoba bajunya, dan alhamdulillah muat. Tangannya sedikit kepanjangan sebenarnya, tapi tidak apa-apa. Siangnya baju kuning untuk gowes itu langsung dicuci. Agar cepat kering dan bisa dipakai untuk besok.

 

Ahad pagi, aku langsung siap-siap sholat dan ganti baju, seharusnya aku mandi juga, tapi mau gimana lagi, aku sedang malas. Adik paling kecilku juga diajak, walaupun dia tidak dapat baju (karena kebesaran), tapi tidak apa-apa kan. Toh dia juga dibonceng Bunda. Setelah semuanya siap, kami berangkat ke kantor RW. Sesampainya disana ternyata ada juga anaak kecil seusia Adikku yang naik sepeda sendiri. Melihat itu, Bunda langsung mengajak Adikku untuk mengambil sepedanya agar bisa ikut fun bike juga. Sementara itu, aku dan Ayah memarkir sepeda. karena adikku yang besar ikut Bunda, jadi aku hanya berdua dengan Ayah. Setelah sepeda terparkir, Ayah berjalan masuk ke kantor RW untuk mengambil nomor. Untuk doorprize.

 

Ternyata sudah banyak sekali yang menunggu dimulainya acara fun bike ini. Jalanan menjadi macet karena banyaknya sepeda yang diparkir, dan orang yang berkumpul di kantor RW. Beberapa saat kemudian, Bunda dan adik-adikku sudah kembali. Aku langsung membagi nomor yang Ayah ambil tadi. Karena nomornya ada 4, jadi adikku yang kecil tidak dapat.  Kami dapat nomor 40, 43, 44, dan 45. 

 

Setelah semuanya sudah datang, Fun Bike pun dimulai. Semuanya mulai membuat barisan dengan sepedanya masing-masing. Aku berjejer dengan adikku yang besar, sedangkan adikku yang kecil dibelakang bersama Ayah dan Bunda. Rute Fun Bike kali ini hanya memutari Matraman, seperti rute yang biasanya aku lewati saat gowes bersama keluargaku.

Pada saat awal menggowes, aku dan keluargaku masih depan-belakang, tapi saat setengah perjalanan, kami mulai memencar, aku dan adikku yang besar tetap di baris yang sama, sedangkan Ayah, Bunda, dan Adikku yang kecil masih jauh dibelakang. 

 

Aku baru pertama kali ikut Fun Bike, jadi menurutku seru, apalagi diakhir acara nanti akan ada doorprize, jadi makin seru deh. Tak terasa, rute kami mulai terlewati, sampai akhirnya kami kembali ke kantor RW lagi. Setelah semuanya memarkirkan sepeda, kami dibagikan minum dan kue. Setelah istirahat, kami semua berkumpul untuk acara doorprize. Baru panggilan yang kedua, nomorku sudah kesebut, nomor 44. Aku langsung maju untuk mengambil hadiahnya. 

Tak lama setelahku, nomor Bundaku juga kesebut, nomor 40. Karena Bunda malas kedepan, jadi Adikku yang paling kecil yang mengambil hadiahnya. Setelah beberapa nomor berikutnya, ternyata, Ayahku pun ikut mendapat doorprize, beliau nomor 45. Tinggal sisa Adikku yang besar, dia nomor 43. Setelah lama tidak tersebut juga. Tiba-tiba nomor 43 terpanggil juga, Adikku yang paling kecil langsung teriak, kesenangan. Setelah kami semua mendapat doorprizenya, kami langsung pulang.

Dirumah, kami membuka hadiahnya. Aku dan Bunda sama-sama mendapat tas pinggang, yang membedakan hanya warnanya. Aku dapat warna biru, sedangkan Bundaku dapat warna coklat. Ayah dapat jam dinding, dan Adikku yang besar mendapat baju jersey dan celana training satu setel.

Aku senang sekali ikut Fun Bike, tidak sangka ternyata keluargaku mendapat doorprize semua. Hadiahnya pun juga bagus-bagus. Alhamdulillah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2021 Anbita | Hak cipta dilindungi hukum