“Kak, itu Jerry kayaknya mau lahiran deh,” seru adikku yang sedang bersiap untuk sholat subuh.

“Iya Kak, kayaknya mau lahiran. Soalnya Mbak tadi juga liat dia kayak nyari tempat buat lahiran.” Tambah Mbakku.

 

Aku yang saat itu masih baru keluar dari kamar sedikit bingung dengan keadaan di rumah. Butuh sedikit waktu untuk mengumpulkan nyawa. Setelah aku mengetahui apa yang sedang terjadi, aku langsung menyiapkan tempat untuk Jerry lahiran. Untungnya ada dua kardus besar dirumah. Sebenarnya kedua kardus itu masih dipakai untuk menempatkan celengan-celengan Bunda. Tapi Bunda bilang pakai saja yang isinya sedikit, isinya dipindah ke yang satunya. Setelah itu, aku mengambil alas untuk melapisi kardus. Lalu aku menaruh Jerry di kardus dan bergegas sholat.

Selesai sholat aku mengerjakan tugas rumah, jadwalku hari ini adalah mencuci piring, sedangkan adikku memasak air dan membuang kotoran kucing.

 

Ditengah-tengah kesibukan mengerjakan tugas, tiba-tiba Mbak berteriak,

“Kak, Jerry keluar dari kardus, dia masuk ke lemari kakak ..!” seru Mbak dari atas.

Seketika, aku dan adikku yang berada di dapur berlari ke atas, melupakan apa yang sedang dikerjakan dalam sekejap. Ternyata benar saja, Jerry masuk ke lemari baju seragamku dan adik-adikku. Setelah dilihat, ternyata ekor anak kucingnya sudah keluar.

 

“Bunda, buntutnya udah keliatan ..!” Teriakku.

“Hah, masa sih?!” Bunda yang tadinya tidak ikut-ikutan heboh, sekarang ikut heboh berlari keatas.

Begitupun dengan Mbak, yang tadinya sudah lanjut menggosok, ikut melihat Jerry.

Yeah, ternyata hari ini Jerry lahiran. Tapi kami belum tahu ada berapa anak.

 

Setelah tugasku dan adikku selesai semua, kami langsung ke balkon untuk melihat Jerry. Kardusnya tadi sudah dipindah Mbak, biar Jerry tidak keluar-keluar dari kardus.

“Anaknya udah keluar satu, Dek,” seruku.

“Ih, iya …” Balasnya

“Bunda, anaknya udah keluar satu, warnanya item Bun ..!” Kali ini Adikku yang melapor.

“Fotoin dong, Bunda mau liat …” Seru Bunda dari bawah. Adikku langsung mengambil ponselnya dan memfoto anak Jerry untuk diperlihatkan ke Bunda. Sedangkan aku, langsung mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk mandi. Karena sebentar lagi sekolahku dari rumah akan dimulai.

 

Setelah aku mandi dan menyiapkan perlengkapan belajar, aku ke balkon lagi untuk melihat anak kucingnya. Ternyata sudah keluar dua, anak keduanya berwarna hitam dan putih. Latarnya berwarna putih, dan totolnya berwarna hitam, seperti sapi. Setelah itu aku lanjut ke depan leptop lagi, untuk sekolah. Baru berapa menit aku mulai belajar, adikku bilang kalau anaknya ada lagi. Wow, sangat berbeda dari ekspektasiku, awalnya aku hanya berpikir kalau yang lahir hanya dua anak, ternyata lebih dari itu. Aku masih belum memutuskan untuk melihat anak kucingnya, karena aku sedang belajar.

Ketika guruku menyuruhku untuk mengambil buku, barulah aku memakai kesempatan ini untuk melihat Jerry dan anak-anaknya. Ternyata sudah ada empat anak, bukan tiga lagi! Semua anaknya berwarna hitam, kecuali si sapi. Sepertinya sudah lahir semua, karena perus Jerry sudah mengempis. Setelah itu, aku melanjutkan belajarku.

 

Setelah sekolah selesai, aku melihat keadaan Jerry dan anak-anaknya lagi. Ternyata Jerry sedang berusaha memakan ari-ari dari keempat anaknya. Tapi sepertinya tidak bisa, karena dari tadi dia keluarkan lagi. Adikku langsung bertanya ke temannya yang sudah sering menangani kucing lahiran, setelah tahu hal ini. Katanya, tali pusarnya digunting lalu ari-arinya dibuang. Mbakku, selaku suster pribadi Jerry, bersedia untuk menggunting tali pusar anak-anaknya Jerry.

Setelah tali pusar anak-anaknya digunting, Jerry langsung mengambil posisi untuk tidur.

Yaa, hari ini tanggal 14 Maret 2022, telah lahir empat anak dari Jerry (campuran anggora dan ragdoll), dan Chiko (campuran persia dan kampung).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2021 Anbita | Hak cipta dilindungi hukum