“Sip, selesai ….” Ucap Mama sambil mengambil loyang dari oven.

Di hari Sabtu pagi yang cerah ini, aku bersama Mama membuat kue untuk persediaan camilan. Kami membuat kue bolu pisang. Keluargaku suka sekali pisang, dan kebetulan kemarin Mama membeli banyak sekali pisang. Jadi daripada nanti pisangnya membusuk, lebih baik diolah sebelum terlambat.

Seperti biasanya, aku dan Mama selalu membagi tugas saat sedang membuat kue. Setelah itu adonan yang aku kerjakan akan dilanjutkan oleh Mama. Tapi sebenarnya aku hanya membantu sedikit saja sih, Mama yang lebih banyak keluar tenaga. Satu loyang bolu pisang sudah jadi, tinggal disajikan lalu disantap.

Tapi aku masih belum puas membuat kue, jadi aku memutuskan untuk membuat sesuatu lagi bersama Mama.

“Ma, kita buat makanan lagi yuk. Terus nanti kita bagikan ke orang-orang yang membutuhkan.” Pintaku.

“Wah, boleh juga tuh ide kamu Al ….” Mama terlihat senang mendengar ideku.

“Jadi kita mau buat apa Ma?” Tanyaku.

“Buat seblak aja mau? Kebetulan Mama juga lagi kepingin seblak nih.” Usul Mama.

“Siap Ma”

 

Hai, namaku Alika. Ya, aku adalah seorang anak perempuan tunggal yang tinggal di perkotaan. Sebelum pinda ke kota, aku tinggal di desa. Dulu, aku mengira kehidupan di kota itu sangat enak, mewah, bersih, semuanya ada, tapi setelah pindah, tidak semuanya yang aku pikirkan dulu tidak benar-benar ada di kota. Bahkan kalau udaranya saja sudah tercemar oleh asap pabrik, pembangunan, pembakaran sampah, asap rokok, bahkan asap kendaraan banyak ditemukan dimana-mana. Orang-orang di kota juga tak semuanya seberuntung kami, ada yang tidak punya tempat tinggal, dan bahkan untuk makan saja mereka sangat kesusahan. Dari itu, aku ingin sekali membantu orang-orang yang kurang mampu. Yah, meski tidak seberapa, tapi semoga bermanfaat.

 

Mama mulai mengupas bawang dan teman-teman, sedangkan aku mencuci dan merendam kerupuk dengan air panas. Setelah mengupas, Mama menumis bumbu seblaknya. Lalu aku memecahkan telur, lalu mencemplungkan bakso, dan menuang air. Sisanya Mama yang melanjutkan. Aku disuruh mengelap wadah untuk menempati seblak yang sudah jadi oleh Mama.

Setelah semuanya siap, kami keluar rumah untuk membagikan seblak kepada orang-orang yang membutuhkan. Ternyata tak butuh waktu lama untuk membagi-bagikan seblaknya. Setelah seblaknya habis dibagikan, aku dan Mama pulang ke rumah. Di rumah, kami mencoba seblaknya, ternyata enak. Sebenarnya kami juga sudah pernah berhasil membuat seblak, tapi tidak untuk dibagikan. Mungkin Karena itu Mama mengusulkan membuat seblak. Yeah aku senang sekali bisa berbagi kepada yang membutuhkan. Berbagi itu menyenangkan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Bukuku

© 2021 Anbita | Hak cipta dilindungi hukum