Nabung di Bank BSI

Membuat Rekening

“Kak, mau nabung nggak di BSI? kalau mau nanti buat rekening.” Tanya Bunda.

“Mau, Bun.” Jawabku dengan senyum lebar.

 

Pertanyaan itu berulang sampai 3 kali sepertinya, tapi tidak pernah terjalani. Akhirnya, pada hari Senin Bunda benar-benar mengajakku ke BSI cabang Utan Kayu. Aku, Bunda, dua Adikku, dan Mbak dirumah berangkat. Aku dan adikku yang paling besar naik angkot, karena jaraknya tidak terlalu jauh. Sedangkan Bunda, adikku yang kecil, dan Mbak naik motor. 

 

Sesampainya disana, kami masuk dan Bunda langsung ditanya oleh petugas yang menjaga pintu. Karena kebetulan aku dibelakang, jadi aku tidak terlalu dengar apa yang ditanyakan oleh petugasnya. Yang jelas sepertinya Bunda sedikit kesal dengan petugasnya. Kami duduk dan Bunda mengisi formulir untuk Mbak dulu. Karena Mbak hanya membuat rekening, sedangkan aku dan kedua adikku mau membuat rekening, mobile banking, dan kartu ATM. Jelas antriannya berbeda, kan.

 

Bunda diberikan dua kartu oleh bapak petugasnya, satu untuk membuat rekening atau setor uang dan satu lagi untuk ke customer service. Setelah antrian untuk Mbak dipanggil, Bunda menemani Mbak sebentar. Tak lama kemudian, nomor antrian untuk ke customer service dipanggil. Untungnya Bunda sudah selesai membantu Mbak, jadi Bunda langsung ke meja customer service. Sementara itu, aku dan kedua adikku masih duduk anteng menunggu instruksi dari Bunda. 

 

Akhirnya setelah beberapa menit, muncul kode dari Bunda. Aku pun menghampiri Bunda, lalu ditanyai nomor telepon yang bisa di WA. Setelah itu adikku yang kedua dipanggil dan ditanyai pertanyaan yang sama denganku, lalu duduk lagi. Sedangkan aku masih tetap bersama Bunda untuk membuat mobile banking. Pertama aku harus mengunduh aplikasi BSI Mobile dulu, setelah itu mendaftar di aplikasinya. Sedangkan kartu ATM-nya harus menunggu dua minggu dulu.

 

Setor di cabang Jatinegara 

Sebenarnya rencana awalnya hanya membeli sepatu, tapi Bunda bilang sekalian setor uang hasil THR lebaran di BSI cabang Jatinegara. Jadilah kami ke pasar Jatinegara dengan  membawa setumpuk uang hasil THR masing-masing. Sampai di pasar, kami melihat-lihat sepatu dulu. Tapi sayangnya toko yang buka masih sedikit, jadi rencana membeli sepatu pun tidak jadi.

 

Kami akhirnya langsung ke kantor BSI yang berada di lantai 4 pasar Jatinegara. Disana sepi, jadi kami langsung menyetor sendiri-sendiri. Pertama kami harus mengisi form untuk mendapatkan nomor antrian. Yang pertama mengisi adalah adikku yang paling besar. Kedua aku, dan terakhir adikku yang kecil. Menurutku, satpam penjaga pintunya lebih ramah yang di cabang Jatinegara daripada yang di cabang Utan Kayu.

 

Mengambil Kartu ATM 

Dua minggu setelah kami membuat rekening, aku dan adikku yang besar mengambil kartu ATM setelah pulang sekolah. Kebetulan harinya juga bertepatan dengan saat kami membuat rekeningnya. Kami mengambil di cabang Utan Kayu, naik sepeda. Sebenarnya aku memilih naik angkot, tapi kata Bunda kalau kami mau naik sepeda kami boleh beli mixue. Jadi, lebih baik kami naik sepeda. Aku malas naik sepeda karena jalannya menanjak, jadi berat kalau naik sepeda. Tapi aku harus kuat, demi mixue, haha.

 

Sampai disana, kami masuk dan ditanya oleh satpam yang sama saat membuat rekening. Aku jawab mau ambil kartu ATM. Lalu aku diberi kartu antrian. Setelah menunggu dua orang, nomorku disebut. Dengan cepat aku melangkah ke meja customer service. Setelah bilang mau ambil kartu ATM ke Mbak yang melayani, aku ditanya mau ambil atas nama siapa saja. Kusebutkan namaku dan kedua adikku. Lalu Mbaknya mengambil sebuah amplop berisi kartu dan pin awal. Setelah amplop itu diberikan ke aku, adikku tanda tangan untuk kami bertiga sekaligus. Setelah mengucapkan terima kasih, kami keluar dan gowes sedikit ke toko mixue. Kebetulan kantor BSI dekat dengan toko mixue. Setelah beli mixue, kami pulang, deh.

Terima kasih sudah membaca ceritaku. Semoga menghibur dan bisa menjadi inspirasi. Jangan lupa kasih komentar dan share ceritaku ya! Terima kasih
Logo anbita

Anbita

Hai, aku narablog cilik. Blog Anbita berisi tulisanku tentang cerita dan pengalaman.

Baca Juga

Copyright @2023 | Anbita