Tujuh belas Agustus tahun empat lima ….

Itulah hari kemerdekaan kita ….

Hari merdeka, nusa dan bangsa ….

Hari lahirnya bangsa Indonesia ….

Merdeka ….

 

Hari Sabtu 15 Agustus 2020

Aku mendapat berita dari grup kelas kalau akan ada perlombaan saat perayaan 17 Agustus. Karena sekolah adiku dan sekolahku sama, maka dia juga mendapatkan berita itu. Setiap perayaan 17 Agustus, sekolah kami  mengadakan perlombaan. Ada bermacam-macam perlombaan diantaranya yaitu lomba puisi, prakarya, cerdas cermat, kultum, dan lain-lain. Tahun ini aku terpilih untuk mewakili kelas dalam perlombaan prakarya. Sedangkan adikku terpilih untuk lomba kultum. 

 

Aku berpikir, mungkin nanti lombanya melewati aplikasi zoom. Tahun ini, para pelajar belajar dari rumah.  Lomba tanpa tatap muka belum pernah dialami oleh semua pelajar di sekolahku. 

 

Para peserta lomba sebenarnya harus mengikuti zoom pada hari Sabtu jam 10:00. Untuk diberitahu tata cara dalam perlombaan yang diikutinya. Namun, karena pagi tadi aku dan adikku sedang olahraga bersama ayah bunda. Jadi, kami tidak bisa mengikuti zoom. Karena zoomnya sudah terlewat, aku bertanya ke wali kelas. Beliau lalu mengirimkan apa saja syarat dan ketentuan mengikuti lomba prakarya. Beberapa syarat diantaranya yaitu terbuat dari barang bekas dan memiliki nilai guna.

 

Rasa bingung menyelimuti pikiranku. Bunda mulai menyuruh untuk mencari ide. Pilihan pertama adalah membuat celengan dari kardus bekas. Yang kedua membuat tempat tisu. Tapi, rasanya celengan itu sudah sering dibuat orang. Jadi, yang lebih kupilih adalah pilihan kedua. Membuat tempat tisu.

 

Perlombaan diadakan pada hari Selasa 18 Agustus. Hari Senin hanya upacara memperingati hari kemerdekaan. Fiks sudah barang yang ingin dibuat untuk mewakili kelas. 

 

Hari Senin 17 Agustus 2020

Aku dan adik bersiap untuk mengikuti upacara memperingati hari kemerdekaan republik Indonesia. Upacara diadakan lewat zoom. Tautan zoom untuk upacara sudah dibagikan. Tapi, wali kelasku mengumumkan kalau masuk zoomnya jam 07:30. Sambil menunggu, aku mulai menyiapkan perangkat dan alat-alat untuk upacara. Yaitu tongsis dan bendera. Jam sudah menunjukkan pukul 07:30. Karena tidak ingin telat, dengan cepat kutekan tautan zoom. Tak perlu menunggu lama, tiba-tiba muncul layar zoom. Tandanya, aku sudah masuk di zoom. 

 

Upacara sudah ingin dimulai, semua siswa dan siswi diharuskan membuka kamera. Setelah semua kamera dibuka, upacara baru dimulai. Saat pengibaran bendera merah putih, semua siswa dan siswi juga harus hormat dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia yaitu Indonesia Raya. Aku sedikit malu waktu hormat dan menyanyi. Pertama malu karena sudah lama tidak tatap muka dengan teman dan adik kelas. Kedua karena saat aku sedang bernyanyi di foto oleh bunda. Begitupun adikku, dia juga di foto bunda. Wali kelasku memang menyuruh untuk mengumpulkan foto saat zoom upacara. Upacara sudah usai. Alhamdulillah, upacara berjalan dengan lancar. Ternyata, fotoku ditaruh di twibbon. Begitu pula adikku.

 

Hari Selasa 18 Agustus 2020

Aku kembali zoom untuk menyaksikan perlombaan-perlombaan. Khusus perlombaan prakarya, tidak di zoom. Tapi, di videokan saat membuat prakarya dan dikirim ke grup khusus lomba prakarya. Tautan zoom sudah dibagikan, tidak sabar rasanya melihat perlombaan lewat zoom. Setelah semua murid masuk zoom, perlombaan dimulai. Lomba pertama yaitu cerdas cermat. Kedua adalah Puisi, dan yang terakhir kultum. 

 

Selesai sholat Zuhur, aku meminta tolong bunda untuk memvideokanku saat membuat prakarya. Bahan-bahan yang dibutuhkan yaitu. Sampah bekas rautan, penggaris, lem, gunting, cutter, koran bekas, dan kardus bekas. Aku mulai membuat tempat tisu dari jam 13:00 sampai jam 17:00. Capek? Tentu, ngantuk? Pasti. Bagaimana tidak ngantuk, jam tidur siang saja ku lewatkan. Untuk pemenang lomba, akan diumumkan pada hari Rabu. Semoga tempat tisu buatanku terpilih untuk menjadi pemenang. Aamiin ….

 

Hari Rabu 19 Agustus 2020

Hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh para siswa dan siswi yang mengikuti lomba. Pengumuman akan diumumkan lewat zoom. Tidak sabar rasanya mendengar para pemenang. Tautan zoom dibagikan. Aku yang sudah tidak sabar segera menekan tautan zoom. Pengumuman lomba diumumkan sesuai urutan perlombaannya. Tibalah pengumuman juara lomba prakarya. Juara ketiga dan kedua sudah diumumkan, tinggal juara pertama yang masih dirahasiakan. Tidak lama kemudian, aku mendengar namaku disebut. Alhamdulillah, karyaku terpilih menjadi juara pertama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Anbita | Hak cipta dilindungi hukum